Trekking Di Lembah Bada

Lokasi: Kabupaten Poso Sulawesi Tengah - Indonesia

 

 TREKKING DI LEMBAH BADA

Mengetahui Zaman Peradaban

 

Secara administratif pemerintahan berada didalam Kecamatan Lore Selatan. Desa Gintu adalah ibukota kecamatan, dimana pengunjung Lembah Bada biasa tinggal saat melakukan ekplorasi Lembah Bada. Tempat ini sudah terkenal di kalangan pelancong manca negara sejak lama. Sebelum krisis moneter wisatawan dari Eropa Barat sudah berbondong-bondong mengunjungi Lembah Bada. Mereka umumnya berasal dari kelompok penggemar trekking di negaranya.

Lembah Bada memiliki pemandangan yang spektakuler. Sebuah daerah yang relatif datar, yang dikelilingi perbukitan, sehingga awan yang tertahan dipuncak bukit yang mengelilingi lembah menyajikan pemandangan dramatis. Sering terlihat satu bagian Lembah Bada dimana hujan sedang jatuh, sedangkan bagian lainnya matahari menyelinapkan cahayanya dari balik awan. Jika angin bertiup keras maka terlihat tirai hujan yang berjalan menyapu lembah.

Ditengah Lembah Bada mengalir Sungai Laeriang, dan kemudian Sungai Malei menyatu dengan Sungai Laeriang, menambah derasnya aliran Sungai Laeriang. Karena inilah Sungai Laeriang dahulu pernah dipakai sebagai tempat olahraga pengarungan sungai. Di tengah Lembah Bada sendiri arus Sungai Laeriang cukup tenang karena alur yang dilalui relatif datar.

 

Hal lain yang menjadi daya tarik utama Lembah Bada adalah keberadaan artefak batu berupa patung dan tempayan peninggalan kebudayaan megalithik. Patung Megalitik di Lembah Bada merupakan wajah manusia yang sudah distilasi, dimana alis dan hidung digambarkan menjadi satu, sedangkan bagian mulut dihilangkan. Patung di Lembah Bada umumnya memiliki tanda gender yang jelas. Di patung Palindo dan Meturu terukir gambar alat kelamin laki-laki. Dan sedangkan pada patung Langke Bulawa digambarkan alat kelamin wanita. Perbedaan gender juga digambarkan pada raut wajah, dimana pada patung wanita, wajahnya digambarkan seperti dahi yang tertutup poni.

Patung terbesar adalah Palindo yang memiliki tinggi hampir tiga meter. Keadaan patung ini sekarang miring. Menurut cerita, dahulu Raja Palopo memerintahkan untuk memindahkan patung ini kehalaman istananya sebagai tanda kekuasaannya atas lembah Bada. Namun usaha ini gagal dilakukan. Maturu dan Topaturu adalah patung laki-laki yang memiliki ukuran hampir sama dengan Palindo, tetapi kedua patung ini dalam posisi rebah ditanah dengan arah muka Maturu menghadap ke langit dan Topaturu menghadap ke tanah.

Patung-patung manusia lainnya berukuran tinggi sekitar 1,5 meter dengan diameter sekitar 50 cm. Selain patung manusia dewasa terdapat patung Oba yang berukuran tinggi 70 cm dengan raut jenaka, dan tanda kelamin yang belum jelas. Warga menyebutnya sebagai bentuk kera, tetapi juga bisa diartikan sebagai representasi anak-anak.

Selain peninggalan berbentuk patung, terdapat artefak berbentuk tempayan besar bertutup berdiameter 1,5-2 meter, yang dahulu sepertinya digunakan untuk tempat penyimpanan. Mengenai apa yang disimpan didalamnya masih merupakan spekulasi. Bisa jadi tempayan ini dipakai untuk menyimpan air, barang-barang berharga, atau malah merupakan peti mati purbakala. Warga sekarang menyebutnya dengan Kalamba. Ada sekitar 50 buah Kalamba di lembah Bada, sebagian masih dalam kondisi utuh, dan sebagian lagi sudah rusak.

Artefak di Lembah Bada diyakini belum seluruhnya tersingkap. Seperti patung Manitu, yang berada di dasar aliran sungai kecil, sehingga hanya dapat dilihat saat air sungai surut. Sedangkan dimusim penghujan, patung ini terendam dibawah aliran air. Bagi masyarakat yang sekarang menghuni Lembah Bada, hampir tidak ada ikatan yang bersifat emosional-irrasional dengan artefak batu ini. Namun kehadiran artefak batu ini memberi suatu pemahaman pada mereka, bahwa dahulu kala Lembah Bada pernah dihuni oleh masyarakat yang berada dalam suasana damai dan berkemakmuran sehingga dapat menghasilkan karya patung dan tempayan batu ini. Hal ini sedikit banyak memberikan motivasi kepada mereka, untuk tetap menjaga wilayah mereka dalam suasana damai.

Bagaimana? Menarik Bukan?


 

tanjung-matob  Lokasi: Kabupaten Toli-Toli Sulawesi Tengah - Indonesia    TANJUNG...
[Baca Selanjutnya]
cagar-alam-morowali Lokasi: Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah - Indonesia    CAGAR ALAM...
[Baca Selanjutnya]
cagar-alam-salodik  Lokasi: Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah - Indonesia    CAGAR ALAM...
[Baca Selanjutnya]
trekking-di-lembah-bada Lokasi: Kabupaten Poso Sulawesi Tengah - Indonesia    TREKKING DI LEMBAH...
[Baca Selanjutnya]
air-terjun-saloupa  Lokasi: Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah - Indonesia     AIR...
[Baca Selanjutnya]
desa-dombu Lokasi: Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah - Indonesia     DESA...
[Baca Selanjutnya]

Quik Link Wisata

 

Likunggavali 2

 

22,93 mm

Investasi

Peluang Investasi Lainnya

17.01.2013

 Peluang Investasi Lainnya Peluang investasi lainnya yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Peluang Investasi Industri Pengolahan Rumput Laut

17.01.2013

Bidang Usaha Industri Pilihan : Jenis usaha industri yang tidak memerlukan banyak lahan dan a
Peluang Investasi Industri Arang Briket

17.01.2013

Bidang Usaha Industri Pilihan : Jenis usaha industri yang tidak memerlukan banyak lahan dan a

PENGUNJUNG

493320
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
254
327
1368
488965
12075
13307
493320
Your IP: 54.198.205.161
Server Time: 2017-06-29 10:16:48

BISNIS

KULINER