Tenun Donggala

 Lokasi: Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah - Indonesia

 

 KAIN TENUN DONGGALA

Warisan Budaya Leluhur

 

Banyak tokoh nasional hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengenakan kemeja terbuat kain tenun Donggala saat berkunjung ke Sulawesi Tengah. Itu membuktikan bahwa kain tradisional dari Kabupaten Donggala itu telah dikenal secara nasional meski namanya tidak seharum batik yang telah ditetapkan menjadi kain busana nasional.

Kain tenun Donggala telah ada sejak ratusan tahun silam. Kain yang dibuat dari mesin tenun sederhana itu memiliki motif beragam, antara lain motif bunga mawar, bunga anyelir, buya bomba subi kumbaja, bunga subi, kombinasi bunga subi dan bomba, buya bomba, dan buya subi kumbaja.

Dahulu, kain atau sarung Donggala hanya boleh dikenakan pada acara perkawinan, sunatan dan upacara-upacara adat. Bahkan, pada motif-motif tertentu seperti palaekat hanya boleh dikenakan raja atau kaum bangsawan. Seiring perkembangan zaman, kain tenun Donggala banyak dimiliki oleh masyarakat umum dalam berbagai kesempatan resmi.

Untuk melestarikan kain tradisional ini, Pemerintah Kabupaten Donggala telah memiliki hak paten kain tenun Donggala. Bahkan para pegawai negeri sipil (PNS) di kabupaten tertua di Sulawesi Tengah itu juga diwajibkan memakai tenun Donggala setiap akhir pekan. Sejumlah tempat di kabupaten Donggala menjadi pusat pengrajin kain tersebut, seperti Desa Towale dan Watusampu di Kecamatan Banawa yang berjarak 40 kilometer dari Kota Palu.

Di pusat pengrajin itu terdapat ibu-ibu rumah tangga sedang menenun kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) terbuat dari kayu berukuran 2 x 1 meter. ATBM itu dipenuhi dengan lilitan benang aneka warba. Cara menggerakkannya pun dilakukan dengan kaki yang menginjak pedal-pedal dari kayu, layaknya sedang mengayuh pedal mesin jahit. Alat itu juga menggunakan sisir besi yang ada sejak turun-temurun.

Selain kain tenun Donggala, para penenun juga menghasilkan sarung Donggala dengan panjang dua meter dan lebar 60 centimeter.
Rata-rata para pengrajin itu membuat kain tenun dengan panjang mencapai empat meter. Di Kota Palu juga terdapat pengrajin kain tenun Donggala yang sebagian besar berada di Jalan Mangga, Kecamatan Palu Barat.

Satu lembar kain Donggala bisa dibuat selama satu bulan. Jika motifnya sulit, bisa membutuhkan pengerjaan selama hingga dua bulan.

Kain tenun Donggala sering dipamerkan dalam ajang promosi baik di kota-kota besar di Indonesia hingga ke luar negeri. Pemerintah Sulawesi Tengah sendiri menjadikan kain tenun Donggala sebagai salah satu suvenir wajib untuk tamu pemerintahan, seperti menteri, gubernur hingga Presiden SBY pernah mendapat hadiah kain tenun Donggala.


 

Quik Link Wisata

 

Likunggavali 2

 

22,93 mm

Investasi

Peluang Investasi Lainnya

17.01.2013

 Peluang Investasi Lainnya Peluang investasi lainnya yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah
Peluang Investasi Industri Pengolahan Rumput Laut

17.01.2013

Bidang Usaha Industri Pilihan : Jenis usaha industri yang tidak memerlukan banyak lahan dan a
Peluang Investasi Industri Arang Briket

17.01.2013

Bidang Usaha Industri Pilihan : Jenis usaha industri yang tidak memerlukan banyak lahan dan a

PENGUNJUNG

516694
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
268
384
3025
509977
9298
13221
516694
Your IP: 54.80.113.185
Server Time: 2017-08-20 19:36:29

BISNIS

KULINER